Sublim
Karya : Sabiq Carebesth
Apa rasanya kehilangan? Bisakah kau membagi padaku sebuah
kisah; di mana kau melihatku tengah duduk menggandeng
lenganmu, dan kurasakan napas dalam dadaku yang menyesak,
sedang dingin yang menggigilkan setiap bagian dari sisi jiwamu
berdesir ingin menyusuri jalan-jalan; melewati batas-batas dari
sepi ke sunyi; hanya untuk duduk di tepi sungai keheningan.
Di sana kau tak lagi melihat jalan pulang, semua jembatan
telah roboh menyatu dengan kabut, di atasmu kebekuan, dan
di hadapanmu hanya kejauhan; dapatkah kau mengatakan
bagaimana kau mencintainya?
Sebuah pohon yang baru kau lihat berlumut biri dan pada
tangkai daun-daunnya tampak canggung. Sebuah batu tampak
lemah dan tua, hening dan begitu kedinginan di tepi kali yang
mengalirkan air dari tangisan yang seperti tangisanmu sendiri.
O, tak ada lautan tampak dari kejauhanmu. Senja yang biasa
seperti lupa; ia mungkin tak lagi mengenaimu, ataukah senja
yang ketika itu kini ada dalam keheningan hatimu? Seperti
setiap sunyi dan kesepian yang mengajarimu berlari lebih jauh;
ke dalam dirimu sendiri.






0 komentar:
Posting Komentar